Latar Belakang: Tingginya permasalahan gizi kompleks (triple burden of malnutrition) pada remaja menyebabkan terjadinya perubahan status gizi yang disebabkan oleh multifaktoral seperti kondisi sosial ekonomi, lingkungan, ketahanan pangan, aktivitas fisik, pengetahuan dan kecukupan asupan gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga, tingkat kecukupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) dan status gizi pada remaja di wilayah Posyandu Remaja MAPAN Graha Melasti Tambun Selatan. Metode: Desain penelitian cross sectional dengan analitik observasional. Sampel penelitian sebanyak 132 remaja dan orang tua remaja secara non probability sampling serta telah memenuhi kriteria inklusi. Analisis data antar variabel menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja usia 10 � 15 tahun memiliki status gizi baik dengan kondisi ketahanan pangan rumah tangga tidak tahan pangan tingkat ringan (54,0%) dan remaja dengan status gizi buruk memiliki kondisi ketahanan pangan rumah tangga dalam kategori tahan pangan (60,0%); Sebagian besar remaja memiliki tingkat kecukupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) dalam kategori berlebihan secara berturut � turut yaitu tingkat kecukupan energi (50,0%), tingkat kecukupan karbohidrat (44,7%), tingkat kecukupan protein (86,4%), tingkat kecukupan lemak (64,4%); Tidak ada hubungan ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi pada remaja (p = 0,474; r = 0,063) serta ada hubungan tingkat kecukupan gizi makro (energi (p = 0,0001; r = -0,531), karbohidrat (p = 0,0001; r = -0,485), protein (p = 0,0001; r = -0,372), lemak (p = 0,0001; r = -0,368)) dan status gizi pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecukupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) dan status gizi remaja, dimana untuk mencapai status gizi optimal tersebut remaja harus memenuhi tingkat kecukupan gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak). Disarankan perlu adanya penyuluhan mengenai gizi seimbang dan isi piringku serta diharapkan orang tua dan remaja lebih memperhatikan asupan makanannya (konsumsi makanan bergizi seimbang dan pangan beraneka ragam, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, membatasi makanan berminyak/lemak, fast food, micin dan manis).